Tips Membuat Logo Yang Baik

Logo merupakan salah satu kunci menghasilkan brand yang baik. Dengan logo konsumen anda akan semakin mudah mengenali produk atau jasa yang anda tawarkan. Sebut saja Nike dengan logonya yang khas seperti bentuk contrengan atau ceklis. Tanpa diberi tulisan Nike pun orang sudah mengenalinya dari logonya saja. Berikut 4 kesalahan yang banyak dilakukan ketika membuat desain logo yang baru atau re-branding logo yang sudah ada. Semoga bermanfaat bagi teman-teman kursus desain grafis.

1. Keterlibatan dalam proses pembuatan logo

Keterlibatan pengusaha dalam proses pembuatan logo memang diperlukan. Namun jangan terlibat terlalu jauh dalam proses ini. Kesalahan yang paling mudah terjadi adalah membuat desain logo sesuai dengan kemauan si pengusaha tersebut. Hasilnya akan menjadi sebuah logo yang diakui oleh beberapa orang saja. Lebih buruk lagi jika hasilnya logo tersebut jauh dari anggapan orang. Tentunya sebagai pengusaha tidak ingin kan jika usaha restorannya dianggap orang sebagai toko elektronik hanya karena apa yang mereka lihat dari logonya. Sedangkan yang lebih baik adalah mempertimbangkan target customer dan pesan apa yang seharusnya diusung oleh logo tersebut.

Seberapa jauh keterlibatan dalam pembuatan logo?

Seberapa jauh keterlibatan dalam pembuatan logo?

2. Terlalu banyak detail

Beberapa pengusaha merasa bahwa logo harus memiliki detail yang banyak. Memasukkan banyak informasi yang diinginkan mengenai sebuah usaha ke dalam desain logo mungkin sepertinya ide yang bagus. Tetapi kita membicarakan logo, sebuah desain yang sederhana, dan tidak perlu sebuah mahakarya yang bernilai seni.

Logo yang diciptakan harus mudah diingat dan mudah dikenali oleh konsumen. Jika terlalu banyak konten dalam sebuah logo, maka konsumen akan kesulitan mengenali apa yang menjadi kunci dari sebuah usaha yang ditampilkan dari logo tersebut. Selain itu akan sulit juga untuk dikenali.

3. Penggunaan font yang berlebihan

Teman-teman kursus desain grafis, kesalahan yang ketiga berhubungan dengan font. Banyak logo yang menggunakan font di dalamnya. Misalnya menambahkan nama dari perusahaan di bawah logo dengan tujuan konsumen bisa lebih mudah mengingatnya. Meskipun begitu, perhatikan penggunaannya baik-baik. Sebaiknya jangan menggunakan berbagai jenis font. Aturannya sama dengan penjelasan di nomor 3, dibuat simple.

Smashing Magazine menjelaskan bahwa sebaiknya penggunaan font dalam logo paling banyak hanya dua jenis saja. Dengan menerapkan aturan tersebut, maka akan menjaga tulisan dalam logo masih bisa terbaca dengan baik. Sedikit tambahan, jika menggunakan slogan, maka akan lebih baik jika satu jenis font digunakan untuk nama perusahaan atau produk, dan satu jenis lagi untuk slogannya.

Font sebagai salah satu elemen dalam desain logo - Kursus Desain Grafis

Font sebagai salah satu elemen dalam desain logo

4. Logo yang tidak optimal untuk berbagai format

Yang terakhir, desain logo yang dibuat harus bisa diterapkan ke dalam berbagai kondisi seperti dicetak secara horisontal maupun vertikal, dan harus terlihat sama baiknya ketika dicetak warna maupun grayscale. Oleh karena itu, jika kita lihat beberapa kontes pembuatan logo, para pesertanya menyediakan contoh logo dalam cetakan berwarna maupun grayscale.

Ada kasus dimana logo harus dicetak hitam putih. Jika logo yang dibuat terlihat baik hanya ketika dicetak warna, maka ketika logo harus muncul dalam halaman iklan di koran-koran, maka konsumen akan sulit untuk mengingatnya. Kita bisa saja berargumen koran-koran sekarang bisa mencetak halaman berwarna, tapi jika memperhitungkan biaya yang dikeluarkan tentu berbeda dengan halaman dengan warna grayscale, dan itu pasti jadi pertimbangan bagi pemilik usaha. Graphic Design Blender juga menyarankan untuk membuat logo yang terlihat baik dan memiliki impact yang sama baiknya ketika dicetak warna maupun grayscale.

Sebenarnya poin-poin di atas masih bersifat mendasar yang biasanya dilakukan ketika membuat logo untuk pertama kali. Ternyata membuat desain logo tidak semudah itu, ya. Punya pengalaman dalam proses pembuatan logo? Software apa yang dipakai untuk pembuatannya? Corel Draw bisa juga digunakan untuk proses ini. Selain itu, kesalahan apa yang pernah anda temui selain yang disebutkan di atas?

 

 

One Response

  1. Jurna March 11, 2016

Leave a Reply